Flores Semakin Diminati Wisatawan

KOMPAS IMAGES/KRISTIANTO PURNOMO Warga Kampung Adat Bena, Ngada, Flores, NTT, bermain musik tradisional yang biasa dimainkan dalam rangka upacara adat pembangunan rumah baru, Selasa (15/6/2011). Kampung berusia sekitar 1.200 tahun ini kental dengan arsitektur kuno dan budaya megalitik.
BORONG, KOMPAS.com - Potensi pariwisata di wilayah Pulau Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur sangat memberikan kontribusi yang besar terhadap peningkatan pendapatan masyarakat dan pemerintah Kabupaten di seluruh Pulau Flores.
Demikian dijelaskan Component Manager Destination Management Organization Swisscontact, Zakarias Samuel Sem kepada Kompas.com saat dihubungi, Sabtu (25/6/2011).
Samuel menjelaskan, dari kunjungan wisatawan di Pulau Flores yang sangat banyak itu menghasilkan pendapatan senilai Rp 160.572.978.460 dan jika itu naik 20 persen saja maka akan menyumbang pendapatan bagi Pulau Flores menjadi Rp 231.225.088.983. Namun, jumlah wisatawan asing yang berkunjung ke Flores pada 2010 diatas hanya 2,08 persen dibandingkan dengan wisatawan asing yang berkunjung ke Pulau Bali.
"Koridor kontribusi terbesar untuk manusia NTT di sektor pariwisata dan perikanan sebanyak 56 persen. Dunia mengakui potensi pariwisata di Pulau Flores," jelasnya saat membuka kegiatan Pembentukan Tourism Management Organization (TMO) Kabupaten Manggarai Timur.
Ketua TMO Kabupaten Manggarai Timur, Fransisco De Huik Rosari menjelaskan, potensi pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur sangat banyak yang terdiri dari Wisata Budaya, Wisata Bahari, Wisata Cagar Alam, Wisata Pertanian atau Agrowisata, Wisata Ziarah.
Anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur, Tarsisius Sjukur menegaskan, DPRD Kabupaten Manggarai Timur sangat memberikan dukungan penuh terhadap pengembangan pariwisata di Manggarai Timur oleh berbagai stakeholder. DPRD berterima kasih kepada Swisscontact atas dukunganya terhadap pengembangan Pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur.
Camat Kota Komba, Adrianus Salomon Adjid menjelaskan, potensi-potensi Pariwisata di Kecamatan Kota Komba sudah digali dengan membuka jalan Raya untuk menghubungkan obyek wisata.
"Masyarakat sangat mendukung dengan membuka jalur jalan raya pariwisata disekitar Pantai Mbalata dan Pelabuhan Waewole. Saya sudah melihat langsung jalan yang akan dibuka dalam waktu dekat," jelasnya.
Sekretaris Dinas Pariwisata Kabupaten Manggarai Timur, Ganggur Galus menjelaskan, dinas merangkul berbagai elemen di daerah ini untuk mengembangkan potensi wisata di Kabupaten Manggarai Timur. Salah satu hal yang sudah dilakukan dengan terbentuk organisasi pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur yakni Tourism Management Organization (TMO) yang dibentuk belum lama ini bersama dengan Swisscontact.
"Obyek pariwisata di Kabupaten Manggarai Timur akan didata bersama dengan TMO demi menggali potensi wisata di Manggarai Timur," jelasnya.

0 komentar:

Post a Comment